Kisah Singkat 25 Nabi (3)

Materi Pondok Ramadhan kelas 6 (Rabu, 20 Mei 2020)


Kisah Singkat 25 Nabi (bagian-3)

 

21.  Nabi Yunus as.

Nabi Yunus as diutus berdakwah kepada kaumnya yang menyembah berhala. Karena kaumnya tidak mau mengikuti ajakan dakwah bahkan mengejeknya, Nabi Yunus meninggalkannya dan pergi ke lautan. Akhirnya Nabi Yunus as ditelan ikan paus. Setelah menyesal telah meninggalkan umatnya Nabi Yunus as  berdo’a sehingga diselamatkan oleh Allah dari perut ikan paus.

22.  Nabi Zakaria as.

Nabi Zakaria as belum dikaruniai keturunan hingga usia tua. Setelah berdo’a sekian lama akhirnya Nabi Zakaria as dikarunia putra bernama Yahya.

23.  Nabi Yahya as.

Nabi Yahya as adalah putra Nabi Zakaria as. Beliau melanjutkan dakwah Nabi Zakaria as.

24.  Nabi Isa as.

Nabi Isa adalah putra dari Siti Maryam. Nabi Isa as termasuk rasul Ulul Azmi. Ketika masih bayi Nabi Isa bisa berbicara dan menyampaikan bahwa beliau adalah utusan Allah dan berdakwah kepada bani Israel. Nabi Isa as menerima Kitab Injil. Mukjizat Nabi Isa anatara lain dapat menghidupkan orang mati, menyembuhkan penyakit kusta dan mengetahui makanan yang disimpan di rumah. Pengikut Nabi Isa disebut Hawariyun. Salah satu murid Nabi Isa yang bernama Yudas berkhianat sehingga diazab dengan wajahnya diserupakan Nabi Isa yang akhirnya disalib dan dibunuh, sedangkan Nabi Isa diangkat oleh Allah ke langit.

25.  Nabi Muhammad saw.

Nabi Muhammad saw merupakan Nabi dan Rasul terakhir. Beliau termasuk rasul Ulul Azmi. Nabi Muhammad saw lahir di Mekkah, ayahnya bernama Abdullah dan ibunya bernama Siti Aminah. Beliau mendapat gelar Al-amin yang artinya orang yang dapat dipercaya.

Nabi Muhammad saw menerima wahyu pertama di gua Hira. Beliau diangkat menjadi rasul pada usia 40 tahun dan berdakwah kurang lebih 23 tahun. Nabi Muhammad saw menerima Kitab AlQur’an sebagai penyempurna kitab-kitab terdahulu.

Nabi Muhammad saw diutus untuk menyempurnakan akhlak. Mukjizat Nabi Muhammad adalah kitab suci AlQur’an sebagai petunjuk yang sempurna bagi umat manusia. Mukjizat lainnya adalah Peristiwa Isra Mi’raj yaitu perjalanan dari Masjidil Haram Mekkah ke Masjidil Aqsha Palestina hingga ke Sidratul Muntaha langit ketujuh unuk menerima perintah sholat lima waktu.

 


Kisah Singkat 25 Nabi (2)

Materi Pondok Ramadhan kelas 6 (Selasa, 19 Mei 2020)


Kisah Singkat 25 Nabi (bagian-2)

 

11.  Nabi Yusuf as.

Nabi Yusuf as merupakan putra Nabi Ya’kub as. Suatu ketika Nabi Yusuf as dimasukkan saudaranya ke dalam sumur dan ditemukan oleh rombongan pedagang kemudian dijual ke seorang pejabat di Mesir. Nabi Yusuf  memiliki wajah yang sangat tampan. Suatu hari istri pejabat tersebut menfitnah Nabi Yusuf sehingga Nabi Yusuf dimasukkan penjara. Akhirnya Nabi Yusuf as dibebaskan dari penjara setelah berhasil menafsirkan arti mimpi raja dan Nabi Yusuf diangkat menjadi Bendahara kerajaan.

12.  Nabi Ayyub as.

Nabi Ayyub as merupakan Nabi yang memiliki kesabaran dan ketabahan luar biasa. Pada mulanya Nabi Ayyub as adalah seorang yang kaya kemudian diuji dengan kemiskinan dan penyakit selama bertahun-tahun. Tetapi Nabi Ayyub as tetap tabah dan sabar dalam menghadapi ujian tersebut.

13.  Nabi Syu’aib as.

Nabi Syuaib as diutus kepada kaum Madyan yang menyembah berhala, berbuat curang dan suka menghambur-hamburkan uang. Nabi Syuaib sangat ahli dalam berpidato. Kaum Madyan ingkar dan bahkan menyiksa dan mengusir pengikut Nabi Syuaib sehingga Allah menurunkan azab berupa awan yang panas.

14.  Nabi Musa as.

Nabi Musa as termsuk rasul Ulul Azmi. Nabi Musa as berasal dari Bani Israel. Pada waktu itu raja Fir’aun memerintahkan untuk membunuh semua bayi laki-laki dari bani Israel, tetapi Nabi Musa diselamatkan oleh Allah swt. Bahkan Nabi Musa as dijadikan anak angkat oleh Siti Asiya istri Fir’aun. Nabi Musa as menerima Kitab Taurat. Mukjizat Nabi Musa antara lain tongkat dilempar menjadi ular yang memakan ular-ular para penyihir. Tongkat dipukulkan ke laut membuat laut terbelah dan menyelamatkan pengikut Nabi Musa dari kejaran tentara Fir’aun.

15.  Nabi Harun as.

Nabi Harun as adalah saudara Nabi Musa as. Beliau berdakwah bersama Nabi Musa dan ahli dalam bertutur kata.

16.  Nabi Zulkifli as.

Nabi Zulkifli as adalah seorang Nabi sekaligus Raja di negri Syam. Dibawah kepemimpinan Nabi Zulkifli  as rakyat negri Syam hidup dengan tenang dan damai serta memiliki tentara yang kuat.

17.   Nabi Daud as.

Ketika masih muda Nabi Daud mengikuti peperangan menghadapi tentara Jalut dan berhasil mengalahkannya sehingga diangkat menjadi pemimpin bani Israel. Nabi Daud as menerima Kitab Zabur.

18.  Nabi Sulaiman as.

Nabi Sulaiman as adalah seorang Nabi dan juga raja. Nabi Sulaiman memiliki mukjizat bisa berbicara dengan hewan, menaklukkan bangsa jin dan bisa mengendarai angin. Nabi Sulaiman as berhasil mengislamkan ratu Balqis dan dijadikan sebagai istri.

19.  Nabi Ilyas as.

Nabi Ilyas diutus kepada penduduk Balabak (termasuk bani Israel) yang meyembah patung dan suka menindas kaum miskin. Akhirnya Balabak dilanda kekeringan, penduduknya menjadi miskin dan mau menjadi pengikut Nabi Ilyas as.

20.  Nabi Ilyasa as.

Nabi Ilyasa diutus kepada penduduk Balabak yang kembali ingkar sepeninggal Nabi Ilyas. Karena keingkarannya akhirnya penduduk Balabak diazab oleh Allah

 

 


Kisah Singkat 25 Nabi (1)

Materi Pondok Ramadhan kelas 6 (Senin, 18 Mei 2020)



Kisah Singkat 25 Nabi (bagian-1)

 

1.    Nabi Adam as. 

Awalnya Nabi Adam as tinggal disurga bersama istrinya yakni Siti Hawa. Karena bujukan syetan untuk makan buah khuldi, akhirnya Nabi Adam as dan Siti Hawa diturunkan ke bumi. Nabi Adam as merupakan manusia pertama di bumi.

2.    Nabi Idris as.

Nabi Idris as adalah Nabi yang sangat cerdas,pandai membaca, menguasi ilmu hitung, perbintangan, dan bahasa.

3.    Nabi Nuh As.

Nabi Nuh as termasuk dalam Rasul Ulul Azmi karena memiliki kesabaran yang luar biasa yakni tetap bersabar dalam berdakwah selama 950 tahun meskipun mendapat pengikut sedikit. Nabi Nuh as mendapat perintah membuat perahu untuk menyelematkan dari banjir besar. Perahu tersebut dinaiki oleh pengikutnya dan hewan sepasang-sepasang.

4.    Nabi Hud as.

Nabi Hud as berdakwah kepada kaum Ad. Kaum Ad adalah kaum yang ahli dalam bercocok tanam, dan membuat bangunan yang kokoh, tetapi kaum Ad ingkar dan menentang terhadap dakwah Nabi Hud as sehingga diazab dengan angin kencang dan petir.

5.    Nabi Sholeh as.

Nabi Sholeh diutus kepada kaum Tsamud. Mukjizat Nabi Sholeh adalah mengeluarkan unta dari batu dan unta tersebut mengeluarkan susu yang tidak habis.

6.    Nabi Luth as.

Nabi Luth as diutus kepada kaum Sodom yang menyembah berhala dan suka sesama jenis. Karena keingkarannya dan selalu menyiksa pengikut Nabi Luth, maka kaum sodom diazab dengan hujan batu dan gempa bumi.

7.    Nabi Ibrahim as.

Nabi Ibrahim as termasuk rasul Ulul Azmi. Nabi Ibrahim as sangat tidak menyukai berhala. Suatu saat Nabi Ibrahim as. menghancurkan seluruh berhala dan menyisakan hanya satu, sehingga menimbulkan kemarahan raja Namrud. Mukjizat Nabi Ibrahim adalah tidak merasakan panas ketika dibakar oleh raja Namrud. Nabi Ibrahim adalah nabi yang pertama kali membangun ka’bah.

8.    Nabi Ismail as.

Nabi Ismail as. adalah putra Nabi Ibrahim as dari Siti Hajar. Ketika masih bayi, Nabi Ismail as merasakan haus yang sangat dan mengetukkan kakinya ke tanah sehingga mengeluarkan mata air yang sekarang menjadi sumur zam-zam. Nabi Ismail adalah anak yang sholeh dan patuh kepada perintah Allah, beliau rela berkorban untuk disembelih karena perintah Allah, namun karena keihlasannya akhirnya diganti dengan seekor domba yang disembelih.

9.    Nabi Ishak as.

Nabi Ishak as adalah putra Nabi Ibrahim as dari Siti Sarah. Nabi Ishak as berdakwah dengan gigih di Palestina

10.  Nabi Ya’kub as.

Nabi Ya’kub as berdakwah untuk kaumnya. Suatu saat, Nabi Ya’kub bermimpi bahwa beliau akan mendapat keturunan yang akan menguasai bumi. Salah satu keturunan Nabi Ya’kub adalah Nabi Yusuf as.

                                                    


Evaluasi Pondok Ramadhan

Soal Evaluasi Pondok Ramadhan kelas 6 (Sabtu, 16 Mei 2020)

Untuk melanjutkan ke soal klik link  MI AL FALAH


Selamat Mengerjakan !



Idul Fitri

Materi Pondok Ramadhan kelas 6 (Jumat, 15 Mei 2020)

IDUL FITRI 

A.   Definisi Idul Fitri

Pengertian Idul Fitri adalah hari raya umat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawal pada penanggalan Hijriyah. Secara Umum Idul Fitri adalah Hari raya setelah umat Islam melaksanakan ibadah puasa Ramadhan satu bulan penuh. Idul Fitri juga berarti Hari Raya Kesucian atau bisa juga diartikan sebagai Hari Kemenangan umat Islam. Kemenangan disini adalah bentuk dari kemenangan dalam menggapai kesucian atau perwujudan dari kembali kepada keadaan fitrah (suci).  

B.   Yang Dilakukan Ketika Idul Fitri

Rasulullah saw. Dan umat Islam pertama kali merayakan Idul Fitri pada tahun kedua Hijriyah (624 M). Adapun yang dilakukan Rasulullah ketika Idul Fitri adalah :

1.    Mengumandangkan takbir pada malam terakhir Ramadhan hingga pagi hari 1 Syawal

2.    Memakai pakaian terbaik dan wangi-wangian

3.    Makan sebelum shalat Idul fitri (Biasanya Rasulullah makan kurma dengan jumlah yang ganjil)

4.    Melaksanakan Sholat Idul Fitri secara bersama-sama

5.    Nabi mengunjungi rumah sahabat begitu pula sebaliknya untuk bersilaturahim saling memaafkan.  

C.   Makna Idul Fitri

Dengan momentum Idul Fitri kita jadikan sebagai sarana meminta maaf dan memaafkan serta kasih sayang baik kepada  kedua orang tua, kakak, adik, guru-guru, sanak kerabat, tetangga serta teman kita semua. Sehingga orang yang dalam dirinya penuh dengan kasih sayang dan selalu menyambung tali silaturahim maka insa Allah akan dimasukkan surga. Amin..


Zakat Fitrah

Materi Pondok Ramadhan kelas 6 (Kamis, 14 Mei 2020)

ZAKAT FITRAH

                                                                

A.   ZAKAT FITRAH

Zakat fitrah juga disebut zakat jiwa yaitu zakat yang wajib diberikan oleh setiap jiwa/orang yang beragama Islam berupa makanan pokok kepada orang yang berhak menerimanya, dan dikeluarkan pada bulan Ramadhan sampai dengan sebelum shalat Idul Fitri pada bulan Syawal..

 

B.   KETENTUAN ZAKAT FITRAH

1.    Hukum Zakat Fitrah

Mengeluarkan zakat fitrah hukumnya wajib bagi setiap orang Islam baik laki-laki maupun perempuan, merdeka atau hamba sahaya.

Orang yang berkewajiban membayar zakat fitrah apabila mempunyai kelebihan makanan sehari semalam dalam keluarga itu yang hidup sejak awal sampai terbenamnya matahari akhir bulan Ramadan.

 

2.    Waktu Pembayaran Zakat Fitrah

 

Adapun waktu membayar zakat fitrah adalah sebagai berikut:

1.    Waktu wajib yaitu sejah terbenamnya matahari pada akhir bulan Ramadan samapai menjelang Salat Idul Fitri

2.    Waktu haram yaitu membayar zakat fitrah setelah terbenam matahari pada hari raya idul fitri.

3.    Waktu afdal (lebih baik) yaitu sesudah salat subuh tanggal 1 Syawal sebelum pergi ke salat Idul fitri.

4.    Waktu mubah (boleh) yaitu sejak tanggal 1 Ramadan sampai dengan akhir bulan Ramadan.

5.    Waktu makruh yaitu sesudah salat idul fitri  sebelum terbenamnya matahari pada tanggal 1 Syawal.

 

3.    Orang yang Berkewajiban Membayar Zakat Fitrah

Orang-orang yang wajib mengeluarkan zakat fitrah syaratnya adalah :

a.    Beragama Islam

b.    Orang tersebut,  ketika sebelum matahari terbit pada hari raya Idul Fitri masih hidup (yang baru lahir maupun dalam sakaratul maut)

c.    Mampu menafkahi dirinya dan keluarganya

d.    Orang yang tidak berada di bawah tanggung jawab orang lain

Seorang kepala rumah tangga wajib mengeluarkan zakat fitrah bagi dirinya, istri, anak-anaknya, ibunya dan orang lain yang menjadi tanggungannya misalnya karyawannya, pembantunya dan lainnya.  

 

4.    Orang yang Berhak Menerima Zakat Fitrah 

1)       Fakir ádalah orang yang tidak memiliki harta benda dan tidak memiliki pekerjaan untuk mencarinya

2)     Miskin  adalah orang yang  memiliki harta tetapi hanya cukup untuk memenuhi  kebutuhan hidupnya

3)     Amil adalah orang yang mengelola  pengumpulan dan pembagian zakat

4)     Muallaf adalah orang yang masih lemah imannya karena baru mengenal dan menyatakan masuk Islam

5)     Budak atau hamba sahaya adalah orang yang memiliki kesempatan untuk merdeka tetapi tidak memiliki  harta benda untuk menebusnya. Untuk sekarang ini, perbudakan semacam itu sudah tidak ada di negara kita (Indonesia).

6)     Garim yaitu orang yang memiliki hutang banyak  sedangkan dia tidak bisa melunasinya.

7)     Fisabilillah adalah orang-orang yang berjuang di jalan Allah sedangkan dalam perjuangannya tidak mendapatkan gaji dari siapapun

8)     Ibnu Sabil yaitu orang yang kehabisan bekal dalam perjalanan, sehingga sangat membutuhkan bantuan.  

 

C.   Tata Cara memberikan zakat fitrah 

Adapun tata cara berzakat adalah :

1.      Kita memilih makanan pokok (seperti beras, sagu, jagung dll) yang terbaik, minimal sama dengan yang biasa kita makan setiap harinya

2.      Kita takar sesuai dengan ketentuan yang ada yaitu bila menggunakan takaran  literan maka gunakan usuran yang estándar, tidak terlalu kecil, kita ambil 3 liter atau lebih. Bila menggunakan timbangan pastikan timbangannya tepat tidak berkurang, kita ambil 2,5 atau 3 kg beras.

3.      Bagi yang mengeluarkan zakat boleh berdoa dengan niat :

نَوَبْتُ اَنْ اُخْرِجَ زَكَاةَالْفِطْرِعَنْ نَفْسٍ فَرْ ضًا ِللهِ تَعَا لَى.

Artinya :

saya niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diri sendiri wajib karena  Allah

 

4.      Makanan Pokok ( beras ) kita berikan langsung  kepada yang berhak atau diserahkan keoada panitia baik di Masjid atau lainnya.

5.      Kita serahkan tepat waktu sesui dengan permintaan panitia, atau kita bagikan sendiri kepada yang berhak  pada malam idul fitri atau pagi harinya sebelum shalat Idul Fitri

6.      Panitia menerima zakat dengan berdoa  :

اجَرَكَ اللهُ فِيْمَا اَعطَيْتَ وَبَارَكَ اللهُ فِيْمَا اَبْقَيْتَ وَجَعَلَنَا لَكَ طَهُوْرًا.

Artinya :

Semoga Allah memberikan pahala kepadamu dengan apa yang telah engkau berikan dan mudah-mudahan  Allah memberkahi apa  yang masih ada padamu dan mudah-mudahan Allah menjadikan kesucian bagi kami dan kamu

 

7.      Panitia bertanggung jawab membagikan kepada yang berhak menerimanya.

 


Keutamaan Membaca Al Qur'an

Materi Pondok Ramadhan kelas 6 (Rabu, 13 Mei 2020)

KEUTAMAAN MEMBACA ALQUR’AN

 

Berikut ini beberapa keutamaan membaca AlQur’an :

1.    Mendapat pahala berlipat

2.    Diangkat derajatnya

3.    Mendapat ketenangan hati

4.    Mendapat pertolongan Allah di hari kiamat

5.    Dihadiri malaikat

 

 

PENJELASAN

 

1. Mendapat Pahala Berlipat

Rasulullah SAW bersabda:
"Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Alquran maka ia akan mendapat satu kebaikan dan dari satu kebaikan itu berlipat menjadi sepuluh kebaikan. Aku tidak mengatakan alif lam mim sebagai satu huruf. Akan tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf." (HR. Bukhari).

2. Diangkat Derajatnya

Allah SWT akan mengangkat derajat orang-orang yang selalu membaca Alqur’an dan mempelajari isi kandungannya serta mengamalkannya setiap hari.

3. Mendapatkan ketenangan hati

Sebagaimana dituangkan dalam surah Al-Isra [17] ayat 82 bahwa Alquran diturunkan Allah SWT untuk menjadi obat segala macam penyakit kejiwaan. Sehingga keutamaan membaca Alquran di rumah ataupun di masjid akan mendapatkan ketenangan jiwa.

4. Mendapat Pertolongan Allah SWT di hari Kiamat

Keutamaan membaca Alquran dengan tartil akan mendapatkan syafaat (pertolongan) pada hari Kiamat.


5. Dihadiri Malaikat

Rumah yang digunakan untuk membaca Alquran akan dihadiri malaikat. Penghuni rumah akan merasakan bahwa rumahanya menjadi luas.

Dikutip dalam islam.nu.or.id, orang yang mahir membaca Alqur’an nantinya akan ditempatkan bersama malaikat-malaikat pencatat yang patuh kepada Allah yang selalu berbuat kebaikan.

Menurut al-Qurthubi sebagaimana dikutip dalam kitab Fathul Bârî, yang dimaksud mahir di sini adalah orang yang cerdas, maksudnya, hafalan dan tajwidnya sama-sama mempunyai kualitas bagus.


Bersuci (Wudhu)

Materi Pondok Ramadhan kelas 6 (Selasa, 12 Mei 2020)

BERSUCI (WUDHU)


Dalam Islam, bersuci merupakan amalan yang sangat penting. Diantara syarat sahnya shalat adalah suci dari hadas dan suci pula badan, pakaian, dan tempat dari najis. Bersuci ada dua macam, yakni bersuci dari hadas dan bersuci dari najis. Bersuci dari hadas terbagi menjadi dua, yaitu bersuci dari hadis kecil dan bersuci dari hadas besar. Bersuci dari hadas kecil dengan cara berwudhu, sedangkan bersuci dari hadas besar dengan cara mandi wajib.

 

Pada materi ini kita akan membahas bersuci dari hadas kecil (berwudhu).

 A.   Alat Bersuci

Alat bersuci adalah air, batu, debu

Air yang boleh digunakan untuk bersuci adalah air yang suci dan mensucikan yaitu air hujan, air sumur, air laut, air es yang sudah mencair, air dari mata air, dan air embun.

 

B.   Syarat-Syarat Wudhu

1.    Islam

2.    Mumayiz (dapat membedakan yang baik dan buruk)

3.    Tidak berhadas besar

4.    Dengan air yang suci dan mensucikan

5.    Tidak ada yang menhalangi sampainya air ke kulit.

 

C.   Rukun Wudhu

1.    Niat. Hendaklah berniat (menyengaja) menghilangkan hadas atau menyengaja berwudhu.

2.    Membasuh muka

3.    Membasuh dua tangan sampai siku-siku

4.    Menyapu/membasuh sebagian kepala

5.    Membasuh dua telapak kaki sampai kedua mata kaki

6.    Tertib (berurutan)

 

D.   Sunnah Wudhu

1.    Membaca basmalah pada permulaan wudhu

2.    Menghadap kiblat

3.    Membasuh kedua telapak tangan sampai pada pergelangan tangan

4.    Berkumur-kumur

5.    Memasukkan air ke hidung

6.    Menyapu/membasuh seluruh kepala

7.    Menyapu/membasuh kedua telinga luar dan dalam

8.    Mendahulukan anggota bagian kanan daripada kiri

9.    Membasuh setiap anggota tiga kali

10.  Berturut-turut antar anggota

11.  Menggosok angota tubuh agar lebih bersih

12.  Menjaga agar percikan air tidak kembali ke badan

13.  Bersiwak (menggosok gigi)

14.  Berdo’a setelah selesai wudhu

 

E.    Yang Membatalkan Wudhu

1.    Keluarnya sesuatu dari dua jalan (qubul dan dubur) yaitu buang angin, buang air kecil/besar

2.    Hilang akal. Hilang akal bisa disebabkan karena tidur, gila, mabuk, dll

3.    Bersentuhan kulit laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim

4.    Menyentuh kemaluan dengan telapak tangan atau jari.


Adab Berdoa

Materi Pondok Ramadhan kelas 6 (Senin, 11 Mei 2020)

ADAB BERDO’A

 Dalam berdoa kepada Allah Subhanallah Wa Ta’ala, kita dianjurkan untuk menerapkan beberapa adab dalam berdoa agar do’a kita diijabah oleh Allah swt.. Berikut adalah 10 adab berdoa dalam Islam:

1. Mencari Waktu yang Mustajab

Dalam berdoa, kita dianjurkan untuk mencari waktu mustajab. Waktu-waktu yang mustajab (mulia) itu seperti hari arafah, ramadhan, hari jum’at dan waktu sahur. “Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar (sahur).”(QS. Adz Dzariyat:18)

2. Menghadap Kiblat

Sebagaimana diriwayatkan dari Anas bahwa Nabi SAW. mengangkat kedua tangannya, sehingga terlihat warna putih kedua ketiaknya saat berdoa dan tidak memberikan isyarat dengan jari jemarinya.

Selain itu, ada juga hadist dari Jabir radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berada di Padang Arafah, beliau menghadap kiblat, dan beliau terus berdoa sampai matahari terbenam. (HR. Muslim)

3. Menyanjung dan memuji Allah

Kita dianjurkan untuk mengawali doanya dengan dzikrullah (menyebut nama Allah), tidak langsung dengan meminta. Bagian dari adab ketika memohon dan meminta adalah memuji Dzat yang diminta. Demikian pula ketika hendak berdoa kepada Allah. Hendaknya kita memuji Allah dengan menyebut nama-nama-Nya yang mulia (Asma-ul husna).

4. Bershalawat kepada Nabi Saat Berdoa

Ibnul Qayyim menyatakan pula bahwa membaca shalawat pada saat berdoa, kedudukannya seperti membaca Al-Fatihah dalam shalat. Jadi pembuka doa adalah shalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Ibnul Qayyim menyatakan bahwa ada tiga tingkatan dalam bershalawat saat doa, yaitu Bershalawat sebelum memanjatkan doa setelah memuji Allah, bershalawat di awal, pertengahan dan akhir doa, dan bershalawat di awal dan di akhir, lalu menjadikan hajat yang diminta di pertengahan doa..

5. Memantapkan Hati Dalam Berdoa dan Berkeyakinan untuk Dikabulkan

Sabda Rasulullah SAW.”Berdoalah kepada Allah dan anda meyakini akan pengabulannya. Ketahuilah bahwa Allah azza wa jalla tidaklah mengabulkan doa dari hati yang lalai.” (HR. Ahmad, Thabrani)

6. Khusyu’, Merendahkan Hati, dan Penuh Harap

Sebagaimana firman Allah SWT. Yang artinya “Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada kami dengan harap dan cemas. dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada kami.” (QS. Al Anbiya : 90)

 

7. Mengatur volume suara agar tidak terlalu keras tetapi juga tidak terlalu rendah

“Janganlah kalian mengeraskan doa kalian dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu.” (QS. Al-Isra: 110)

8. Tidak berlebihan dalam penggunaan kata-kata saat berdoa

Doa yang terbaik adalah doa yang ada dalam Alquran dan sunah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al-A’raf: 55)

9. Mengulang-ulang Doa

Kita dianjurkan untuk mengulangi do’a hingga tiga kali. Ibnu Mas’ud mengatakan bahwa Nabi SAW. apabila berdoa maka dia berdoa hingga tiga kali dan apabila dia meminta maka dia meminta hingga tiga kali.” (HR. Muslim)

10. Memperbanyak Taubat dan Memohon Ampun Kepada Allah

Banyak mendekatkan diri kepada Allah merupakan sarana terbesar untuk mendapatkan cintanya Allah. Dengan dicintai Allah, doa seseorang akan mudah dikabulkan. Di antara amal yang sangat dicintai Allah adalah memperbanyak taubat dan istighfar.

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Tidak ada ibadah yang dilakukan hamba-Ku yang lebih Aku cintai melebihi ibadah yang Aku wajibkan. Ada hamba-Ku yang sering beribadah kepada-Ku dengan amalan sunah, sampai Aku mencintainya. Jika Aku mencintainya maka …jika dia meminta-Ku, pasti Aku berikan dan jika minta perlindungan kepada-KU, pasti Aku lindungi..” (HR. Bukhari)

 


Nuzulul Qur'an

Materi Podok Ramadhan kelas 6 (Sabtu, 9 Mei 2020)


NUZULUL QUR’AN

Nuzulul Qur'an secara harfiah (bahasa) berarti turunnya Al Qur’an. Sedangkan menurut istilah adalah peristiwa  diturunkannya Al-Qur’an secara keseluruhan dari Lauhul Mahfuz ke Baitul ‘Izzah di langit dunia. Lalu diturunkan berangsur-angsur kepada Rasulullah melalui perantara malaikat Jibril sesuai dengan peristiwa-peristiwa dalam jangka waktu 22 tahun 2 bulan 22 hari.

Waktu turunnya Al-Qur’an tersebut berbeda-beda pendapatnya, ada yang menyebutnya di tanggal 17 Ramadhan, ada juga yang berpendapat di malam Lailatul Qadar. Sejarah Nuzulul Qur’an terjadi pada saat Rasulullah pertama kali menerima wahyu Al-Qur’an di gua Hira pada tahun 610 M. Pada saat pertama kali turun, surah yang dibacakan oleh malaikat Jibril kepada Rasulullah saw adalah surah al-alaq ayat 1 sampai 5.  Peristiwa ini terjadi pada bulan Ramadhan tepatnya pada malam ke-17,  sehingga sering diperingati sebagai Nuzulul Qur’an.

Keutamaan malam Nuzulul Qur’an adalah bahwa Allah swt. melipat gandakan pahala dalam beribadah apa saja. Ada banyak amalan ibadah yang bisa dilakukan untuk meraih keutamaan malam penuh berkah tersebut, antara lain  tadarrus Al-Qur’an, memperbanyak zikir, memperbanyak sedekah, berdiam diri di masjid (i’tikaf), salat sunnah tarawih, witir hingga tahajjud dan berbuat baik dalam sikap dan perbuatan.

Ceramah Berbakti Kepada Orang Tua

Materi Pondok Ramadhan Kelas 6 (Jumat, 8 Mei 2020)

Judul : Berbakti Kepada Kedua Orang Tua
Penceramah : Ustad Ahmad AlKhan





Sholat Tarawih

Materi Pondok Ramadhan Kelas 6 (Rabu, 6 Mei 2020)

SHOLAT TARAWIH

Salah satu amalan sunnah yang dianjurkan ketika bulan Ramadhan adalah melaksanakan Qiyamul Lail (sholat malam). Qiyamul lail pada bulan Ramadhan kita kenal dengan Sholat Tarawih.
Sholat Tarawih adalah sholat sunnah yang dikerjakan pada malam hari setelah sholat Isya di bulan Ramadhan. Hukum mengerjakan sholat Tarawih adalah Sunnah Muakkad (sunnah yang dianjurkan). Sholat Tarawih boleh dikerjakan sendiri maupun berjam'ah, tetapi berjam'ah lebih utama.
Sholat Tarawih memiliki keutamaan antara lain diampuni dosa dan mendapat pahala. (selengkapnya lihat video di bawah).
Adapun jumlah reka'at sholat Tarawih tidak ditentukan jumlahnya secara pasti oleh Rasulullah saw. Ada yang mengerjakan 8 reka'at tarawih dan 3 reka'at witir, ada yang 20 reka'at tarawih dan 3 witir, bahkan ada yang 36 reka'at. (selengkapnya lihat video di bawah)
Tata cara sholat tarawih sama seperti sholat biasanya, yang membedakan hanya niat, waktu, dan jumlah rekaat. Sholat tarawih dikerjakan dua reka'at salam, dua reka'at salam dan seterusnya sampai selesai.
Marilah kita mengerjakan shalat tarawih secara istiqomah setiap malam di bulan Ramadhan dengan tuma'ninah , khusu dan ikhlas hanya karena Allah swt. Semoga kita mendapat segala keberkahan dan keutamaan bulan suci Ramadhan. Amin.

Video 1 Keutamaan Sholat Tarawih  



Video 2 Jumlah Reka'at Sholat Tarawih



Video 3 Contoh Cara Sholat Tarawih







Keutamaan Sholat Dhuha

Materi Pondok Ramadhan kelas 6 (Selasa, 5 Mei 2020)

KEUTAMAAN SHOLAT DHUHA

Shalat Dhuha adalah shalat sunnat yang dilakukan seorang muslim ketika waktu dhuha. Waktu dhuha adalah waktu ketika matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta sejak terbitnya (kira-kira pukul tujuh pagi) hingga waktu dzuhur. Jumlah raka’at shalat dhuha bisa dengan 2,4,8 atau 12 raka’at. Dan dilakukan dalam satuan 2 raka’at sekali salam.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa mengerjakan shalat Dhuha dua rakaat, maka dia ditetapkan termasuk orang-orang yang tidak lengah. Barangsiapa shalat empat rakaat, maka dia tetapkan termasuk orang-orang yang ahli ibadah. Barangsiapa mengerjakan enam rakaat maka akan diberikan kecukupan pada hari itu. Barangsiapa mengerjakan delapan rakaat, maka Allah menetapkannya termasuk orang-orang yang tunduk dan patuh. Dan barangsiapa mengerjakan shalat dua belas rakaat, maka Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di Surga. Dan tidaklah satu hari dan tidak juga satu malam, melainkan Allah memiliki karunia yang danugerahkan kepada hamba-hamba-Nya sebagai sedekah. Dan tidaklah Allah memberikan karunia kepada seseorang yang lebih baik daripada mengilhaminya untuk selalu ingat kepada-Nya” (Hadits diriwayatkan oleh Ath-Thabrani).

“Barang siapa shalat
 Dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya istana disurga”  (H.R. Tarmiji dan Abu Majah)


Adapun doa setelah shalat dhuha seperti yang dicontohkan Rosulullah adalah sebagai berikut




Artinya:
“Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh”.