ADAB BERDO’A
1. Mencari Waktu yang Mustajab
Dalam
berdoa, kita dianjurkan untuk mencari waktu mustajab. Waktu-waktu yang mustajab
(mulia) itu seperti hari arafah, ramadhan, hari jum’at dan waktu sahur. “Dan
selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar (sahur).”(QS. Adz
Dzariyat:18)
2. Menghadap Kiblat
Sebagaimana
diriwayatkan dari Anas bahwa Nabi SAW. mengangkat kedua tangannya, sehingga
terlihat warna putih kedua ketiaknya saat berdoa dan tidak memberikan isyarat
dengan jari jemarinya.
Selain
itu, ada juga hadist dari Jabir radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam ketika berada di Padang Arafah, beliau menghadap kiblat, dan
beliau terus berdoa sampai matahari terbenam. (HR. Muslim)
3. Menyanjung dan memuji Allah
Kita
dianjurkan untuk mengawali doanya dengan dzikrullah (menyebut nama Allah),
tidak langsung dengan meminta. Bagian dari adab ketika memohon dan meminta
adalah memuji Dzat yang diminta. Demikian pula ketika hendak berdoa kepada
Allah. Hendaknya kita memuji Allah dengan menyebut nama-nama-Nya yang mulia (Asma-ul
husna).
4. Bershalawat kepada Nabi Saat
Berdoa
Ibnul
Qayyim menyatakan pula bahwa membaca shalawat pada saat berdoa, kedudukannya
seperti membaca Al-Fatihah dalam shalat. Jadi pembuka doa adalah shalawat
kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Ibnul Qayyim menyatakan bahwa ada tiga tingkatan dalam
bershalawat saat doa, yaitu Bershalawat sebelum memanjatkan doa setelah memuji
Allah, bershalawat di awal, pertengahan dan akhir doa, dan bershalawat di awal
dan di akhir, lalu menjadikan hajat yang diminta di pertengahan doa..
5. Memantapkan Hati Dalam Berdoa dan Berkeyakinan untuk
Dikabulkan
Sabda
Rasulullah SAW.”Berdoalah kepada Allah dan anda meyakini akan pengabulannya.
Ketahuilah bahwa Allah azza wa jalla tidaklah mengabulkan doa dari hati yang
lalai.” (HR. Ahmad, Thabrani)
6. Khusyu’, Merendahkan Hati,
dan Penuh Harap
Sebagaimana
firman Allah SWT. Yang artinya “Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang
selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka
berdoa kepada kami dengan harap dan cemas. dan mereka adalah orang-orang yang
khusyu’ kepada kami.” (QS. Al Anbiya : 90)
7. Mengatur volume suara agar tidak terlalu keras tetapi juga
tidak terlalu rendah
“Janganlah
kalian mengeraskan doa kalian dan janganlah pula merendahkannya dan carilah
jalan tengah di antara kedua itu.” (QS. Al-Isra: 110)
8. Tidak berlebihan dalam
penggunaan kata-kata saat berdoa
Doa
yang terbaik adalah doa yang ada dalam Alquran dan sunah.
Allah
Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
“Berdoalah
kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah
tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al-A’raf: 55)
9. Mengulang-ulang Doa
Kita
dianjurkan untuk mengulangi do’a hingga tiga kali. Ibnu Mas’ud mengatakan bahwa
Nabi SAW. apabila berdoa maka dia berdoa hingga tiga kali dan apabila dia
meminta maka dia meminta hingga tiga kali.” (HR. Muslim)
10. Memperbanyak Taubat dan
Memohon Ampun Kepada Allah
Banyak
mendekatkan diri kepada Allah merupakan sarana terbesar untuk mendapatkan
cintanya Allah. Dengan dicintai Allah, doa seseorang akan mudah dikabulkan. Di
antara amal yang sangat dicintai Allah adalah memperbanyak taubat dan
istighfar.
Dari
Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda:
“Tidak
ada ibadah yang dilakukan hamba-Ku yang lebih Aku cintai melebihi ibadah yang
Aku wajibkan. Ada hamba-Ku yang sering beribadah kepada-Ku dengan amalan sunah,
sampai Aku mencintainya. Jika Aku mencintainya maka …jika dia meminta-Ku, pasti
Aku berikan dan jika minta perlindungan kepada-KU, pasti Aku lindungi..” (HR.
Bukhari)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar