Keadaan Geografis dan Sosial Budaya
negara-negara ASEAN
A. Kondisi Geografis negara-negara ASEAN
Kondisi geografis suatu negara adalah kondisi suatu negara yang dilihat berdasarkan kenyataannya di muka bumi. Secara astronomis, Wilayah Asia Tenggara terletak antara 23O LU – 11O LS dan 92O - 141O BT. Secara geografis, Asia Tenggara berada diantara 2 benua (Asia dan Australia) dan 2 samudra (Hindia dan Pasifik).
Di kawasan Asia Tenggara terdapat lebih dari 20.000 pulau. Negara yang memiliki kawasan kepulauan memiliki wilayah perairan yang cukup luas seperti Indonesia. Daratan Asia Tenggara cukup bervariasi terdiri dari dataran rendah, dataran tinggi, pegunungan, sungai, dan danau. Secara geologis, Asia Tenggara merupakan pertemuan pegunungan muda Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania.
Asia Tenggara memiliki iklim tropis basah yang memiliki dua musim yaitu kemarau dan hujan. Dengan curah hujan yang lebat, negara – negara di Asia Tenggara memungkinkan mempunyai daerah pertanian yang subur.
Pada umumnya penduduk Asia Tenggara keturunan dari bangsa Mongoloid yang berkulit coklat. Kondisi geografis suatu negara akan mempengaruhi kehidupan sosial budayanya.
B. Kehidupan Sosial Budaya masyarakat ASEAN
Indonesia terletak di kawasan Asia Tenggara. Negara-negara yang letaknya berdekatan dengan negara Indonesia disebut negara tetangga. Kita pasti pernah merasakan nyamannya hidup bertetangga. Hal ini terasa saat semua warga saling mendukung, saling membantu, dan bekerja sama. Kenyamanan dalam bertetangga perlu diwujudkan karena tiap warga memiliki kepentingan yang sama. Hal itu juga yang mendasari terbentuknya ASEAN.
ASEAN (Association of South East Asia Nations) adalah sebuah organisasi yang beranggotakan negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Negara-negara ini bersatu karena adanya persamaan letak geografis dan kemiripan budaya, persamaan kepentingan dalam memajukan pertumbuhan ekonomi, sosial budaya, serta menjaga keamanan kawasan Asia Tenggara.
ASEAN dibentuk pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok Thailand oleh lima negara melalui Deklarasi Bangkok. Lima negara yang menjadi anggota pertama ASEAN di tahun 1967 adalah Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, dan Filipina. Para utusan dari kelima negara tersebut, yang sekaligus merupakan tokoh-tokoh pendiri ASEAN, adalah Adam Malik (Indonesia), Tun Abdul Razak (Malaysia), Thanat Khoman (Thailand), S. Rajaratnam (Singapura), dan Narciso Ramos (Filipina).
ASEAN harus dapat memberikan manfaat bagi semua anggotanya. Untuk itu, berbagai kerja sama dikembangkan untuk memajukan kesejahteraan semua anggotanya. Kerja sama di bidang ekonomi, sosial, budaya, serta politik dikembangkan demi kemajuan semua anggota. Manfaat yang dirasakan oleh anggota-anggota ASEAN, membuat semakin banyak negara yang kemudian bergabung dengan organisasi ini. Saat ini ada sepuluh negara yang menjadi anggota ASEAN. Berdasarkan urutan waktu bergabungnya, negara anggota ASEAN tersebut adalah:
1. Lima negara pendiri, yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, Filipina, yang bergabung pada tanggal 8 Agustus 1967
2. Brunei Darussalam, bergabung pada tanggal 7 Januari 1984
3. Vietnam, bergabung pada tanggal 28 Juli 1995
4. Laos dan Myanmar, bergabung pada tanggal 23 Juli 1997
5. Kamboja, bergabung pada tanggal 30 April 1999
TUGAS TEMA KELAS 6R
Kamis, 15 Juli 2021
Mengerjakan soal melalui link https://forms.gle/Hp6P5Mrp2FaDquku9
Selamat belajar dan Jangan lupa BERDOA sebelum belajar
Jika ada kesulitan silahkan bertanya secara langsung melalui grup WA atau japri. Terima kasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar