MATERI UAMBN
AL QURAN HADITS MI
TAPEL
2019/2020
1. MEMAHAMI ARTI DAN ISI KANDUNGAN Q.S.
AN-NASR (110) DAN AL-KAUTSAR (108)


2.
MENGENAL
Q.S. AL-'ADIYAT Q.S.
AL-'ADIYAT ((100)


3.
MEMAHAMI
HUKUM BACAAN IZHAR DAN IKHFA'
Izhar
Menurut
bahasa, izhar artinya jelas atau tegas. Sementara itu, menurut istilah ialah apabila nun sukun atau tanwin
bertemu dengan salah satu huruf halqi
maka hukum bacaannya adalah jelas atau tegas. Izhar halqi berarti suara nun
sukun atau tanwin tersebut nyata atau jelas
tanpa ada suara dengung.
Huruf-huruf izhar disebut juga huruf halqiyah karena huruf-huruf
dalam tenggorokan. Izhar berjumlah enam
huruf dan tempat bacaannya terbagi tiga.
Contoh
nun sukun dan tanwin bertemu dengan huruf halqi yang enam, yaitu: (ء , ه , ح , خ , ع , غ)
Ikhfa
ikhfa
secara bahasa berarti menutupi atau menyamarkan. Sementara itu, secara istilah
ialah menyamarkan nun sukun atau tanwin karena timbul suara dengung apabila
bertemu dengan huruf ikhfa yang lima belas.
Huruf
ikhfa yang lima belas, yaitu : (ت, ث, ج, د, ذ, ز, س, ش, ص,ض, ط, ظ, ف, ق, ك)
Nun
sukun atau tanwin bertemu dengan salah satu huruf ikhfa yang lima belas. Hukum
bacaan ikhfa terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu: ikhfa kubra atau ikhfa
aqrab, ikhfa sugra atau ikhfa ab’ad, dan ikhfa wusta atau ikhfa ausat.
4.
MEMAHAMI
HADITS TENTANG NIAT RIWAYAT AL BUKHARI DARI UMAR BIN KHATTAB
Isi
Kandungan tentang Niat
Dari
Amirul mukminin Abu Hafs Umar bin
khohthab ra,dia berkata,''Saya telah
mendengar Rasulullah saw bersabda,Sesungguhnya amal-amal itu hanya ( di
beri balasan sesuai )dengan niatnya. Dan,Sesungguhnya setiap orang hanya
memperoleh balasan dari apa yang dia
niatkan .Barang siapa hijrahnya
kepada Allah dan Rasulnya ,maka hijrahnya kepada Allah dan Rasulnya.Dan barang
siapa yang hijrahny karena dunia yang ingin dia peroleh ,atau karena wanita
yang ingin dia nikahi,maka hijrahnya kepada tujuan hijrahnya itu.
Pelajaran
yang terkandung dalam hadits
1.
Niat adalah
syarat di terima atau tidaknya suatu amal perbuatan ,dan amal ibadah apa pun
hanya mendatangkan pahala jika didasari niat karena Allah Ta'ala
2.
Waktu
pelaksanaan niat ialah pada saat
dimulainya ibadah,dan tempatnya dalam hati.
3.
Ikhlas dan menunaikan niat semata-mata karena Allah
Ta'ala itu dituntut pada semua amal saleh dan ibadah
4.
Seorang
muk'min akan di beri pahala atas amalnya berdasarkan kadar niatnya
5.
Semua
perbuatan yang bermanfaat dan mubah,jika di iringi niat mencari ridho
Allah,maka bisa bernilai ibadah yang berpahala.
6.
Yang
membedakan antara ibadah dan perbuatan biasa adalah niat ketika melakukannya.
7. Hadits
tersebut menunjukan bahwa niat merupakan bagian dari iman ,karena niat itu
pekerjaan hati,sedang iman menurut pemahaman Ahli Sunnah Wal jamaah adalah
membenarkan dalam hati,di ucapkan dengan lisan dan di amalkan dengan perbuata.
5. MEMAHAMI ARTI DAN ISI KANDUNGAN HADIS TENTANG TAKWA RIWAYAT
AT-TIRMIZI DARI ABU ZAR
Kandungan Hadits Hadits Rasulullah saw. tentang taqwa mengajarkan kepada
kita agar selalu mewujudkanketaqwaan kepada Allah swt. disetiap tempat dan
waktu. Taqwa berarti takut, dalam arti menjalankan perintah Allah swt. dan
menjauhi larangan-larangan-Nya. Taqwa sebagai sarana untuk mencapai kebahagiaan
dunia akhirat, sebagai wasilah untuk mencapai kebaikan jasmaniah dan ruhaniah,
mulia di sisi Allah swt., dan keburukan kita akan terhapus oleh perilaku yang
baik.
Diantara faidah bagi orang yang bertaqwa kepada Allah adalah :
1. Dijauhkan dari api neraka
2. Dijauhkan dari kesusahan dan kesempitan
3. Dilimpahkan rizkinya dari jalan yang tidak disangka-sangka
4. Dimudahkan segala urusannya
5. Dilebur segala kesalahnnya
6. Dijanjikan masuk surga
6.
MEMAHAMI
ARTI DAN ISI KANDUNGAN Q.S. AL-LAHAB
Isi Kandungan Surat
Al-Lahab
Surat Al lahab terdiri atas 5 ayat, merupakan surat yang ke 111 dan termasuk golongan surat-surat Makkiyah, diturunkan setelah surat Al Fath. Dinamakan “ Al Lahab” karena diambil dari kata “ Lahab” yang terdapat pada ayat ketiga yang artinya “ gejolak api”. Surat ini juga dinaman “ Al Masad”
Pokok-pokok isi kandungan surat yaitu cerita Abu Lahab dan istrinya yang menentang Rasulullah SAW. Keduanya akan celaka dan akan masuk kedalam Neraka. Harta Abu Lahab, tak berguna untuk keselamatannya demikin pula segala usaha-usahnya.

7.
MENGENAL
Q.S. AL- INSYIRAH (94)
Q.S.
Al-Insyirah 1-8
1
Bukankah
Kami telah melapangkan untukmu dadamu?
أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ (١)
2
dan
Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu
وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ (٢)
3
yang
memberatkan punggungmu
الَّذِي أَنْقَضَ ظَهْرَكَ (٣)
4
Dan
Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu
وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ (٤)
5
Karena
sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (٥)
6
sesungguhnya
sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (٦)
7
Maka
apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan
sungguh-sungguh (urusan) yang lain
فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ (٧)
8
dan
hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap
وَإِلَى رَبِّكَ فَارْغَبْ (٨)
Kandungan Q.S
Al-Insyirah Ayat 1-8 - Surat al- Insyirah terdiri dari 8 ayat dan tergolong
surah Makkiyah. Surah al-Insyirah ini merupakan tasliyah ( penghibur ) bagi
Nabi Muhammad saw.
Adapun isi
kandungannya sebagai berikut:
Ayat 1, Allah
menyatakan kepada nabi Muhammad SAW, dengan peryataan bahwa sesungguhnya Kami
telah melapangkan dadamu dan Kami
memberikan cahaya sehingga dadamu menjadi lapang dan luas.
Ayat 2-3, Allah telah
meringankan beban nabi Muhammad, maksud beban di sini ialah kesusahan-kesusahan
yang diderita nabi Muhammad saw
dalam menyampaikan
risalah.
Ayat 4, Allah
memberikan penghargaan kepada nabi Muhammad atas kesabarannya dalam
melaksanakan risalah dakwah.
Ayat 5-6, Allah
menyatakan bahwa disetiap kesulitan akan datang kemudahan. Allah menyampaikan
hal tersebut untuk memberi motivasi kepada nabi muhammad dan hamba- hamba-Nya
bahwa tidak ada kesulitan yang tidak teratasi selama manusia memiliki semangat
untuk keluar dari kesulitan dan selalu bertawakkal kepada Allah.
Ayat 7, Allah
mengingatkan kepada nabi Muhammad dan umatnya agar tidak cepat puas dengan
hasil usahanya dan mengingatkan apabila telah menyelesaikan suatu urusan maka
segeralah untuk menyelesaikan urusan yang lain.
Ayat 8, Allah mengingatkan
kepada nabi Muhammad dan umatnya agar senantiasa bersandar dan mohon
pertolongan hanya kepada Allah. Jika tidak berarti orang tersebut disebut
dengan kafir
8.
MEMAHAMI
BACAAN IDGAM BIGUNNAH DAN IDGAM BILAGUNNAH
Idgham secara bahasa berarti
meleburkan atau memasukan, dalam hukum nun mati, idham berarti meleburkan nun
mati/tanwin,jadi cara membaca Idgham Bighunnah adalah menggabungkan bunyi nun
sukun atau tanwin ke huruf Idgham dengan didengungkan selama satu alif.
Huruf idgham ada 6 yakni : Ya', Ra', Mim, Lam, Waw and Nun,
Pembahasan Pertama : Idgham Bigunnah
Ghunah berarti dengung, Idgham
bighunnah adalah meleburkan nun mati atau tanwin di sertai dengan dengung,
Terjadi jika nun mati/tanwin bertemu dengan huruf idgham bigunnah yakni : ي
ن
م
و

Pembahasan Kedua: Idgham Bilagunnah
Idgham Bilaghunnah yaitu
memasukan/meleburkan nun mati dan tanwin (idgham) tanpa di sertai dengan
dengung. Terjadi jika nun mati/tanwin bertemu dengan huruf idgham bilagunnah
yakni :
Huruf Idgham Bilagunnah lam dan ra
Contoh Idgham Bilaghunnah:

Pengertian Iqlab
Iqlab ( إقلاب ) Secara harfiah mempunyai arti menggantikan (mengubah) sesuatu dari
bentuk aslinya. Iqlab adalah salah satu dari beberapa hukum tajwid dalam bacaan
Al-Qur'an, Hukum Iqlab terjadi apabila huruf Nun Sukun/nun mati ( نْ ) ataupun juga tanwin ( ــًــ, ــٍــ,
ــٌــ ) bertemu dengan huruf iqlab yaitu Ba ( ب ) .
Cara Membaca Hukum Iqlab
Untuk Cara membaca Iqlab yaitu dengan cara menggantikan / mengubah bunyi huruf نْ (nun mati) ataupun tanwin ــًــ, ــٍــ, ــٌــ menjadi bunyi huruf mim sukun ( مْ ), oleh sebab itu ketika nun mati ( نْ ) ataupun tanwin bila bertemu dengan huruf ba (ب ) maka bibir atas dan juga bibir bawah keduanya menempel lalu diiringi dengan dengungan kurang lebih sekitar 2 harakat.
Hukum Iqlab di dalam Al-Quran biasanya telah ditandai dengan beradanya huruf mim kecil ( م ) dan huruf mim tersebut biasanya diletakkan di antara huruf nun mati ( نْ ) atau tanwin ( ــًــ, ــٍــ, ــٌــ ) dengan huruf ba ( ب ).
Contoh bacaan Iqlab
Cara Membaca Hukum Iqlab
Untuk Cara membaca Iqlab yaitu dengan cara menggantikan / mengubah bunyi huruf نْ (nun mati) ataupun tanwin ــًــ, ــٍــ, ــٌــ menjadi bunyi huruf mim sukun ( مْ ), oleh sebab itu ketika nun mati ( نْ ) ataupun tanwin bila bertemu dengan huruf ba (ب ) maka bibir atas dan juga bibir bawah keduanya menempel lalu diiringi dengan dengungan kurang lebih sekitar 2 harakat.
Hukum Iqlab di dalam Al-Quran biasanya telah ditandai dengan beradanya huruf mim kecil ( م ) dan huruf mim tersebut biasanya diletakkan di antara huruf nun mati ( نْ ) atau tanwin ( ــًــ, ــٍــ, ــٌــ ) dengan huruf ba ( ب ).
Contoh bacaan Iqlab
1.
يُنْبِتُ » dibaca Yum_mbitu
2.
جَزَاءًبِمَا » dibaca Jazaa 'am_mbimaa
3.
اَنْبَتَكُمْ » dibaca Am_mbatakum
4.
عَوَانٌنْ بَيْنَ » dibaca 'awaanum_mbaina
9.
MEMAHAMI
ARTI DAN ISI KANDUNGAN HADIS TENTANG SILATURRAHIM RIWAYAT BUKHARI MUSLIM DARI
ANAS

Artinya;
Dari Anas bin Malik ra berkata: bahwa
Rasulullah Saw. bersabda: ”Bagi siapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan
dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menjalin hubungan silaturrahim.” (HR.
Muttafaq Alaih)
Kandungan isi hadits:
Silaturahim merupakan sarana untuk
memperoleh ridho dan pahala dari sisi Allah, sakaligus sebagai media untuk
mendapatkan kelapangan rizki di dunia. Hadits Rasulullah Saw. menasihati kita,
bahwa siapa yang ingin dilapangkan rizkinya oleh Allah dan dipanjangkan
umurnya, maka . hendaklah ia mempererat jalinan silaturahim dengan
saudara-saudaranya dengan cara berbuat baik, menyayangi dan tidak memutuskan
persaudaraan dengan mereka. lni semua adalah dinilai sebagai shadaqah oleh
Allah swt.
10. MEMAHAMI ARTI DAN ISI KANDUNGAN Q.S.
AL- KAFIRUN (109), AL-MA'UN (107), DAN
AT-TAKASUR (102)
Ciri-ciri orang yang mendustakan
agama menurut surat al maun
·
menghardik anak yatim.
·
tidak mendorong memberi makan orang miskin.
·
orang yang
lalai terhadap sholatnya.
·
orang yang
berbuat riya.
·
orang yang
enggan memberikan bantuan.
Orang yang celaka menurut surat at
takasur
·
selalu bermegah-megahan dalam hidupnya
·
selalu mengikuti hawa nafsunya
11. MEMAHAMI HUKUM BACAAN MIM MATI (IDGAM
MIMI, IKHFA' SYAFAWI,DAN IZHAR SYAFAWI)
Huruf mim yang mati apabila bertemu
dengan salah satu huruf hijaiyah, maka mempunyai tiga dampak hukum yaitu:
1. Ikhfa’ Syafawi ( اِخْفَاءْ شَفَوِى )
2. Idgham Mitslain ( ِاِدْغَامْ مِثْلَيْن )
3. Izhar Syafawi ( اِظْهَارْ شَفَوِى )
1. Ikhfa’ Syafawi ( اِخْفَاءْ شَفَوِى )
2. Idgham Mitslain ( ِاِدْغَامْ مِثْلَيْن )
3. Izhar Syafawi ( اِظْهَارْ شَفَوِى )
A. Bacaan Ikhfa’ Syafawi
Ikhfa’ berarti samar-samar dan syafawi berarti bibir. Jadi yang dimaksud dengan ikhfa’ syafawi adalah cara membunyikan huruf secara samar-samar antara yang terang (izhar) dan yang berdengung (idgham) sambil bibir tertutup.
Huruf Ikhfa’ syafawi hanya: ب
Karena itu jika ada mim bertemu ba’ maka cara membacanya adalah dibunyikan antara izhar dan idgham dengan bibir tertutup.
Contoh:
No
|
Contoh
|
Sebab
|
1
|
اِعْتَصِمْ
بِاللهِ
|
مْ bertemu ب
|
2
|
وَهُمْ
بِالْاٰخِرَةِ
|
مْ bertemu ب
|
3
|
دَخَلْتُمْ
بِهِنَّ
|
مْ bertemu ب
|
4
|
تَرْمِيْهِمْ
بِحِجَارَةٍ
|
مْ bertemu ب
|
B.
Bacaan Idgham Mitslain
Idgham berarti memasukkan dan mitslain adalah sama atau hurufnya sama. Karena itu idgham mitslain berarti cara membunyikan huruf dengan memasukkan huruf tertentu pada huruf sepadan di depannya. Idgham mitslain ini disebut juga dengan Idgham Mimi ( اِدْغَامْ مِيْمِى )
Adapun huruf idgham Mitslain adalah: م , yaitu huruf yang sama (sepadan ) dengan mim.
Contoh:
No
|
Contoh
|
Sebab
|
1
|
كَمْ مِنْ فِئَةٍ
|
مْ bertemu م
|
2
|
لَهُمْ مَثَلًا
|
مْ bertemu م
|
3
|
وَلَكُمْ مَا
كَسَبْتُمْ
|
مْ bertemu م
|
4
|
اَفَرَاَيْتُمْ مَا
تُمْنُوْنَ
|
مْ bertemu م
|
C.
Bacaan Izhar Syafawi
Izhar artinya terang dan syafawi artinya bibir. Jadi yang dimaksud dengan izhar syafawi adalah cara membunyikan huruf secara terang sambil bibir tertutup.
Huruf-huruf izhar syafawi sebanyak 26 huruf. Jadi semua huruf hijaiyah adalah huruf izhar syafawi kecuali huruf ba’ dan mim.
Izhar artinya terang dan syafawi artinya bibir. Jadi yang dimaksud dengan izhar syafawi adalah cara membunyikan huruf secara terang sambil bibir tertutup.
Huruf-huruf izhar syafawi sebanyak 26 huruf. Jadi semua huruf hijaiyah adalah huruf izhar syafawi kecuali huruf ba’ dan mim.
Maka
apabila ada mim mati bertemu dengan salah satu dari kedua puluh enam huruf
tersebut, harus dibaca izhar syafawi.
Contoh :
Contoh :
No
|
Contoh
|
Sebab
|
1
|
اَنْعَمْتَ
|
مْ bertemu ت
|
2
|
عَلَيْهِمْ
غَيْرِ
|
مْ bertemu غ
|
3
|
اَنَّهُمْ
اِلٰى رَبِّهِمْ
|
مْ bertemu أ
|
4
|
وَهُمْ
رَاجِعُوْنَ
|
مْ bertemu ر
|
5
|
لَهُمْ
فِيْهَا
|
مْ bertemu ف
|
6
|
عَلَيْهِمْ
وَلَاالضَّٓالِّيْنَ
|
مْ bertemu و
|
7
|
مَرْجِعُهُمْ
ثُمَّ
|
مْ bertemu ث
|
8
|
اَمْ
جَعَلُوْا لِلّهِ
|
مْ bertemu ج
|
9
|
اَمْ
حَسِبْتُمْ
|
مْ bertemu ح
|
10
|
اَمْ
خَلَقْنَاهُ
|
مْ bertemu خ
|
11
|
لَكُمْ
دِيْنُكُمْ
|
مْ bertemu د
|
12
|
فَهُمْ
ذَالِكَ
|
مْ bertemu ذ
|
13
|
لَهُمْ
رِزْقٌ
|
مْ bertemu ر
|
14
|
تُمْسُوْنَ
|
مْ bertemu س
|
15
|
وَهُمْ
شَاهِدُوْنَ
|
مْ bertemu ش
|
16
|
كُنْتُمْ
صَادِقُوْنَ
|
مْ bertemu ص
|
17
|
عَلَيْهِمْ
ضَرْبًا
|
مْ bertemu ض
|
18
|
وَلَهُمْ
عَذَابٌ
|
مْ bertemu ع
|
19
|
وَعِنْدَهُمْ
قَاصِرَاتُ
|
مْ bertemu ق
|
20
|
فَهُمْ
لَايَرْجِعُوْنَ
|
مْ bertemu لا
|
21
|
اَلَمْ
نَخْلُقْكُمْ
|
مْ bertemu ن
|
22
|
اَمْ
هَلْ
|
مْ bertemu ه
|
23
|
وَاَمْطَرْنَا
|
مْ bertemu ط
|
24
|
فَاِنَّهُمْ
ظَالِمْوْنَ
|
مْ bertemu ظ
|
25
|
اَمْ
كُنْتُمْ
|
مْ bertemu ك
|
26
|
اَمْ
يَقُوْلُوْنَ
|
مْ bertemu ي
|
Sampai disini bab yang menjelaskan
tentang Hukum
bacaan mim mati.
Semoga kita dapat memahami tentang pengertian ikhfa’ syafawi, idgham mimi, izhar syafawi. Lalu mengetahui huruf-hurufnya serta cara membacanya, untuk kemudian dapat mempraktekkan dalam membaca Al Qur’an dengan benar
Semoga kita dapat memahami tentang pengertian ikhfa’ syafawi, idgham mimi, izhar syafawi. Lalu mengetahui huruf-hurufnya serta cara membacanya, untuk kemudian dapat mempraktekkan dalam membaca Al Qur’an dengan benar
12. MEMAHAMI ARTI DAN ISI KANDUNGAN HADIS
TENTANG MENYAYANGI ANAK YATIM RIWAYAT BUKHARI MUSLIM DARI SAHL BIN SA'AD
عَنْ سَهْلٍ بْنِ سَعْدٍ
قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِي الْجَنَّةِ هَكَذَا
، وَأَشَارَ بِالسَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى وَفَرَّجَ بَيْنَهُمَا شَيْئًا
“Aku dan
orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian
beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari
tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya
Perilaku terhadap anak yatim
·
Menyantuni
dan menyanyagi anak yatim
·
Tidak
menghardiknya
·
Memberi
makan dan minum
Makna isyarat 2 jari nabi dalam hadits tentang
anak yatim
Yaitu orang yang mengurusi anak yatim ibarat ekatnya
jari telunjuk dan jari tengah Rasulullah
13. MENGHAFALKAN HADIS TENTANG MENYAYANGI
ANAK YATIM RIWAYAT
14. MEMAHAMI ARTI DAN ISI KANDUNGAN Q.S.
AD-DUHA (93)
Surat Ad Dhuha termasuk dalam golongan
surah Makkiyah, surat ke-93 dalam Alquran, dan terdiri dari 11 ayat. Ad-Dhuha
berarti waktu matahari sepenggalahan naik. Arti itu berasal dari ayat pertama
surat Ad Dhuha.
وَٱلضُّحَىٰ waḍ-ḍuḥā
1. Demi waktu matahari sepenggalahan naik, وَٱلَّيْلِ إِذَا سَجَىٰ wal-laili iżā
sajā 2. dan demi malam apabila telah sunyi (gelap), مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰ mā wadda'aka
rabbuka wa mā qalā 3. Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci
kepadamu. وَلَلْءَاخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ ٱلْأُولَىٰ wa lal-ākhiratu
khairul laka minal-ụlā
4. Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang
(permulaan). وَلَسَوْفَ يُعْطِيكَ رَبُّكَ فَتَرْضَىٰٓ wa lasaufa yu'ṭīka
rabbuka fa tarḍā 5. Dan kelak
Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas. أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَـَٔاوَىٰ a lam yajidka
yatīman fa āwā 6. Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia
melindungimu? وَوَجَدَكَ ضَآلًّا فَهَدَىٰ wa wajadaka ḍāllan
fa hadā 7. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia
memberikan petunjuk. وَوَجَدَكَ عَآئِلًا فَأَغْنَىٰ wa wajadaka
'ā`ilan fa agnā 8. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu
Dia memberikan kecukupan. فَأَمَّا ٱلْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ fa ammal-yatīma
fa lā taq-har 9. Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku
sewenang-wenang. وَأَمَّا ٱلسَّآئِلَ فَلَا تَنْهَرْ wa ammas-sā`ila
fa lā tan-har 10. Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu
menghardiknya. وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ wa ammā
bini'mati rabbika fa ḥaddiṡ
11. Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan.
Pokok-pokok
isi kandungan surat Adh Dhuhaa yaitu
a.
(1). Allah SWT sekali-kali tidak akan
meninggalkan Nabi Muhammad SAW isyarat dari Allah SWT. Bahwa
kehidupan nabi Muhammad SAW dan Dakwahnya akan bertambah baik dan
berkembang; larangan
b.
(2) Larangan menghina anak yatim dan menghardik
orang yang meminta-minta dan
c. (3) perintah
menyebut –nyebut nikmat yang diberikan Allah sebagai tanda bersyukur.
15. MEMAHAMI HUKUM BACAAN MAD GABI'R DAN
MAD FAR’I (WAJIB MUTTASIL DAN JAIZ MUNFASIL)
bacaan
mad ini mempunyai dua jenis. Yaitu mad thabi’i dan mad far’i (cabang-cabang
dari mad thabi’i)
a.
Mad
Thabi’i (مَدّ طَبِيْعِيٌّ) . Mad ini juga
bisa disebut dengan mad asli. Artinya, panjang dari bacaan tersebut hanya
dikarenakan adanya huruf mad tersebut. Untuk panjangnya adalah dua harakat.
Contoh: Untuk huruf wawu (و ) contohnya
adalah: غَيۡرِ ٱلۡمَغۡضُوبِ .Untuk huruf alif (ا )
contohnya adalah: مَا فِي السَّمَاوَاتِ . Untuk huruf
ya’ (ي ) contohnya adalah : سَبِيْلِ اللّه
b.
Mad
Wajib Muttashil (مَدّ وَاجِبْ مُتَّصِل ). Mad ini
adalah ketika huruf mad bertemu dengan huruf hamzah, dan terletak dalam satu
kalimat. Cara membaca mad ini adalah dibaca panjang dengan panjang lima
harakat. Contoh: حُنَفَآءَ, سُوْءٌ , جِيْءَ
c.
Mad
Farq (مَدّ فَرْق) . mad asli yang jatuh sebelum huruf yang bertasydid. Panjang
mad ini adalah tiga alif atau enam harakat. Contoh: قُلْ آللَّهُ أَذِنَ لَكُمْ ,
قُلۡ ءَآلذَّكَرَيْن
d.
16. MEMAHAMI ARTI DAN ISI KANDUNGAN HADIS
TENTANG KEUTAMAAN MEMBERI
Perilaku yang sesuai menurut hadits
tentang keutamaan memberi
·
senantiasa memberi kepada orang yang membutuhkan
·
selalu bekerja keras
Perilaku yang tidak sesuai menurut hadits
tentang keutamaan memberi
·
meminta-minta kepada orang lain
·
selalu tergantung
17.
MENGENAL
Q.S. AL- BAYYINAH (98)
MENGENAL
Q.S. AL- BAYYINAH (98)
18. MEMAHAMI ARTI DAN ISI KANDUNGAN
HADITS TENTANG AMAL SHALIH RIWAYAT MUSLIM DAN ABU HURAIRAH
Hadis tentang amal
shalih
عَن ابِى هُرَيرَةَ رَضِى الله عَنْهُ
قَالَ قَالَ رَسُولُ الله صَلَ الله عَلَيهُ وَسَلَم اِذَا مَاتَ ابْنُادَمَ
اِنْقَطَعَ عَمَلُهُ اِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ صَدَقَتٍ جَارِيَةٍ اَوْ عِلْمٍ
يُنْتَفَعُ بِهِ اَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْلَهُ (رواه مسلم)
Dari Abu Hurairah r,a berkata, Rasulullah saw.
bersabda “apabila anak adam (manusia) telah meninggal dunia, maka terputuslah
semua amalnya, kecuali tiga perkara yaitu sedekah jariyah, ilmu ymg bermanfaat,
dan anak shalih yang mendoakan kedua orangtuanya”. (HR. Muslim)
Surah
Al-Bayyinah digolongkan sebagai surah Madaniyah. Al-Bayyinah artinya adalah
Pembuktian. Surah ini terdiri dari 8 ayat dan diturunkan setelah surah
At-Talaq. Adapun kandungan surah Al-Bayyinah secara umum adalah bahwa Al-Quran
dan Muhammad adalah bukti yang nyata dari Allah tentang jalan lurus dalam
islam.
Pokok-pokok
isi kandungan surat Al Bayyinah yaitu ; pernyataan dari ahli Kitab dan
orang-orang musyrik bahwa mereka akan
tetap dalam agamanya masing-masing sampai datang nabi yang telah dijanjikan oleh Tuhan.
Setelah nabi Muhammad SAW. Datang mereka terpecah belah, ada yang beriman dan
ada yang tidak beriman. Pada nabi yang datang itu sifat-sifatnya sesuai dengan
sifat-sifat yang mereka kenal pada kitab-kitab mereka dan membawa ajaran yang
benar yaitu ikhlas dalam beribadah, mendirikan shalat, menunaikan zakat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar